A. Apa
sih pacaran itu ?
Pacaran adalah hubungan yang dibangun atas dasar komitmen dan merupakan
proses ingin mengenal lebih dalam antara dua orang yaitu wanita dan pria,
berangkat dari ketertarikan antar keduanya dan disertai rasa cinta untuk
memiliki (memonopoli) seluruh potensi yang dimiliki oleh pasangannya, sambil
berproses ke level yang lebih serius atau sebagai status yang me”legal”kan
mereka untuk merasa bebas saat terlihat selalu berdua dan saling mengungkapkan
ekspresi sayang.
B. Apa sajakah dampak dari pacaran ?
1.
Dampak Positif
Ø Memperluas
pergaulan / menambah relasi, maksudnya adalah menambah teman yang asalnya belum
kita kenal. Jika pola interaksi dalam peran bukan hanya berkegiatan berdua, tetapi
banyak melibatkan interaksi dengan orang lainnya (saudara, teman, keluarga, dan
lain-lain). Contohnya yaitu si A mempunyai pacar si B,
kemungkinan teman-teman si A tidak kenal dengan si B , begitu juga sebaliknya.
Biasanya apabila belum saling kenal dengan teman-temannya maka akan dikenalkan
karena bisa jadi teman yang baru dikenal itu untuk jangka pendeknya dapat
bermanfaat sebagai teman curhat kalau sedang ada masalah sedangkan untuk jangka
panjangnya teman itu bisa dijadikan sebagai link-link yang berguna suatu saat
nanti kelak ketika kita mencari bekerja. Dengan diawali seperti itu pergaulan
kita semakin luas karena banyak menambah teman baru.
Ø Motivasi
meningkat, biasanya pacar memberi dorongan kepada kita untuk menjadi lebih
baik, dengan motivasi dari sang pacar membuat kita lebih semangat dalam
menjalankan suatu hal tentunya dengan dukungan keluarga juga.
Ø Pacar
membantu kita dalam belajar, apalagi kalau pacar kita adalah orang yang pintar.
Ø Pacar
akan membatu kita dalam memecahkan suatu masalah, apalagi kalau dia adalah
orang yang penuh dengan solusi.
Ø Pacar
membantu kita dalam men-sharingkan sesuatu, ketika sedang ada masalah maupun
sedang senang kita akan saling sharing atau berbagi cerita.
Ø Mengisi
Waktu Luang. Bisa tambah bervariatis, aktivitas pacaran dapat menjadi
produktif, jika kegiatan pacaran diisi dengan hal-hal seperti olah raga
bersama, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya.
Ø Perasaan
Aman, Tenang, Nyaman, dan Terlindung. Hubungan emosional (saling mengasihi,
menyayangi, dan menghormati) yang terbentuk ke dalam pacaran dapat menimbulkan
perasaan aman, nyaman, dan terlindungi. Perasaan seperti ini dalam kadar
tertentu dapat membuat seseorang menjadi bahagia, menikmati hidup, dan menjadi
situasi yang kondusif baginya melakukan hal-hal positif.
2.
Dampak Negatif
Ø Pergaulan
bisa menyempit, maksudnya disini adalah kalau kita banyak menghabiskan waktu
berdua dan kurang bergaul dengan teman-teman, Makin lama biasanya kita akan bergantung
pada pacar. Pergaulan tambah menyempit, jika sang pacar membatasi pergaulan dengan
yang lain (tidak boleh bergaul dengan yang lain selain dengan aku).
Ø Hubungan
dengan keluarga menjadi renggang, karena kita lebih banyak menghabiskan waktu
berdua dengan pacar daripada keluarga di rumah, misalnya pada malam minggu
disuruh untuk kumpul keluarga, tapi kita sibuk pacaran untuk malam mingguan ke
suatu tempat.
Ø Stress,
maksudnya apabila kita sedang frustasi dengan si pacar akibat dikecewakan yang
berlebihan seperti diputusi pacar akan berakibat stress dan itu juga akan
mempengaruhi dalam kehidupan social contohnya berdiam diri di kamar tidak mau
bertemu siapa-siapa itu akan merusak hubungan dengan teman-teman atau keluarga
walaupun pada akhirnya akan kembali seperti semula.
Ø Pertengkaran
yang mengakibatkan permusuhan, apabila pacar kita direbut oleh orang lain atau
pacar kita selingkuh dan kita sendiri tidak menerima, maka akan terjadi
pertengkaran. Pertengkaran yang dimaksud contohnya apabila seorang laki-laki
maka akan berkelahi saling adu otot, sedangkan perempuan saling jambak.
Biasanya akan timbul rasa dendam kemudian akan bermusuhan karena sudah
dikhianati
Ø Menjadikan
hidup boros, orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya. Bahkan
uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang:
membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang
lainnya.
Ø Tidak
setia dengan pasangannya jika sudah menikah, karena masing-masing ingat dengan
pacarnya yang lama, dan selalu membanding-bandingkan antara suami/ istrinya
yang syah dengan pacarnya yang lama
Ø Keterkaitan
pacaran dengan seks. Pacaran mendorong remaja untuk merasa aman dan nyaman.
Salah satunya adalah dengan kedekatan atau keintiman fisik. Mungkin awalnya memang
sebagai tanda atau ungkapan kasih sayang, tapi pada umunya akan sulit
membedakan rasa sayang dan nafsu. Karena itu perlu upaya kuat untuk saling
membatasi diri agar tidak melakukan kemesraan yang berlebihan.
Ø Kebebasan
pribadi berkurang. Interaksi yang terjadi dalam pacaran menyebabkan ruang dan
waktu untuk pribadi menjadi lebih terbatas, karena lebih banyak menghabiskan
waktu untuk berduaan dengan pacar.
C. Dapat
dilihat dari sudut pandang mana sajakah pacaran itu ?
ü Pacaran
Dalam Sudut Pandang Kehidupan Sosial
Manusia
adalah makhluk sosial yang berarti makhluk yang tidak bisa hidup sendiri dan
manusia selalu bergantung kepada orang lain. Sama juga halnya dengan remaja,
ketika seorang remaja memiliki seorang pacar atau bisa disebut memiliki seorang
kekasih yang ingin dimengerti kita begitu sebaliknya dan saling membutuhkan
satu sama lain , banyak hal- hal yang berdampak positif maupun negatif bagi
kehidupan sosial disekelilingnya bagi seseorang tersebut yang memiliki pacar .
ü
Pacaran Dalam Sudut Pandang Kehidupan Budaya
Sebagaimana
yang telah kita ketahui istilah pacaran ini dulu sangatlah asing dan tak
dikenal oleh para remaja seperti sekarang ini, namun pada dewasanya pacaran
sudah merebak bak jamur di musim penghujan baik itu dalam lingkup kota maupun desa
pada kalangan remaja di abad ini. Para remaja ini seolah membuat suatu tradisi
kebudayaan baru yang dalam hal ini mengusung pacaran sebagai suatu budaya pada
masanya. Sebenarnya mungkin itu adalah suatu kewajaran yang biasa dalam
pergaulan remaja kini bahkan pacaran ini sekarang dianggap sebagai suatu
kewajiban dalam prosesi pergaulan mereka. Padahal ketika dahulu prosesi pacaran
ini tidaklah ada bahkan khususnya di Indonesia, pacaran itu dianggap sebagai
suatu hal yang dianggap tabu dan bahkan sangat dilarang karena tidak sejalan
dengan nilai dan norma khususnya dalam pandangan agama yang pada saat itu
sifatnya sangat mengikat kuat terhadap masyarakat. Pada awalnya pacaran ini
merupakan seperti yang telah dikemukakan diatas sebagai prosesi mengenal satu
sama lain dengan cara mengikat dan menyatakan hubungan mereka kedalam bentuk
yang bisa dikatakan formal agar dapat mengenal secara intim. Namun pada
perkembangannya pacaran disini seolah menjadi mode, bila seorang belum pernah
pacaran bisa dikatakan ketinggalan zaman. Hal seperti itulah kiranya yang
membuat remaja membangun persepsi wajibnya pacaran bagi kalangan mereka.
Kegiatan pacaran ini sebenarnya implikasi dari rasa kebutuhan seseorang atau
lebih karena kekurangan mereka dalam mendapat perhatian dan pengertian sebagai
makhluk sosial, sehingga timbulah suatu kekuatan atau dorongan alasan yang
menyebabkan orang tersebut bertindak untuk memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini
pacaranDimana sebagian orang tua menganggap jika ingin mendapatkan pasangan hidup
yang cocok baiknya harus saling mengenal secara lebih intim lebih dahulu untuk
mengetahui sifat-sifatnya seperti apa, apakah akan sejalan dan cocok ataukah
tidak dengan menggunakan pacaran sebagai jembatan prosesi tersebut. Akibatnya
sekarang dengan adanya dorongan itupun pacaran akhirnya berkembang dari suatu
budaya menjadi sebuah tradisi. Budaya pacaran ini pada masyarakat Indonesia
dulu tidak terlalu berkembang melesat seperti sekarang.Salah satu hal yang
menjadikan budaya pacaran ini menjadi tradisi adalah pada khalayak remaja
adalah tak lain karena pengaruh media teknologi abad sekarang yang selama ini
serta merta menyoroti kegiatan-kegiatan remaja yang di dalamnya lebih banyak
terfokus kepada pacaran tersebut. Sehingga pada efeknya melalui media para remaja
menganggap pacaran sebagai tren atau mode berbudaya pada abad ini. Awalnya
pacaran tidak semudah itu merangsek masuk kedalam culture masyarakat Indonesia
karena dianggap tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat khususnya umat
beragama Islam.Budaya pacaran saat ini dengan budaya pacaran di waktu lampau
sangat berbeda.
ü
Pacaran Dalam Sudut Pandang Agama
Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang
dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang
seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka
lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud). Namun Islam juga,
jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena
banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu,
duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan
melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang
tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya:
"Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan
seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan
Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain:
"Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa
meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman
sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar